Selasa, 10 November 2009

QS.YUNUS.23-25

KAJIAN QS.YUNUS

23.Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu, kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Ketika mereka sampai daratan dan selamat, mereka berbuat zalim, bathil, dan syirik. Allah mengingatkan bahwa perbuatanmu yang melampaui batas itu akan menimpa dirimu sendiri. Manusia senang sekali berburu kesenangan dunia, dan bila tertimpa musibah, mereka kembali pada Allah. Manusia hanya ingat kebaikannya saja dan selalu diingat-ingat. Sedang kesalahannya sering lupa. Tidak pernah ingat.


24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya Karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu Telah Sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya[683], dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya[684], tiba-tiba datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang berfikir.

[683] Maksudnya: bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya Telah menghijau dengan tanam-tanamannya.
[684] Maksudnya: dapat memetik hasilnya

Ayat ini bercerita ketika Allah membuat perumpamaan tentang dunia. Dari segi indahnya, Bumi itu diibaratkan bagai petani yang mengharapkan hasil panen yang menggembirakan. Bila Bumi sempurna maka segala kebutuhan manusia terpenuhi. Ketika bumi berhias, padinya tumbuh subur, hewan yang dipeliharanya gemuk dan sehat, Pemiliknya itu mengira bahwa dia lah yang berkuasa, pada tanamannya, besok akan ku panen. Punya harapan , malamnya bermimpi, sebentar lagi panen. Ketika akan panen Allah mengambilnya. Tiba-tiba Allah jadikan tanaman itu rusak tertiup angin. Itu lah gambaran bahwa dunia itu indah tapi cepat punah, usianya singkat. Jadi pada hakekatnya kekuasaan kita itu terbatas. Karena dalam kondisi apa pun semua dalam genggaman Allah. Semua yang ada di dunia ini memang menarik, tapi kenikmatannya semu, dan bisa binasa. Seberapapun keindahan itu bisa kita nikmati, tapi kapanpun Allah menghendaki kenikmatan itu bisa diambil. Semua merakan bahwa hidup di dunia itu singkat. Bila keindahan itu melalaikan diri dan kita hanya mengejar dunia, maka mereka termasuk orang yang merugi. Karea belum ada yang dipersembahkan untuk Allah, sudah dipanggil untuk menghadap Allah. Ayat ini ditutup “Inilah tanda-tanda kekuasaan Allah kepada orang-orang yang berpikir”


25.Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)[685].

685] arti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah mengajak manusia ke Darussalam (surga) tempat yang menyelamatkan. Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendaki kepada jalan yang lurus yaitu Islam. Orang-orang yang memperhatikan sunnatullah, yang ingin mengikuti hatinya yang bersih. Ada ajakan “ Ayo menggapai surga ! Jalannya yang ini lho !. Tapi dalam perjalanan ada saja yang menyimpang dari jalan yang sesungguhnya.